CINTA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT EKSISTENSIALISME JEAN-PAUL SARTRE
Abstract
Beberapa filsuf menjelaskan definisi cinta sebagai sesuatu hal yang indah, cinta diartikan sebagai spirit atau dasar dari kehidupan manusia. Cinta memberikan nuansa yang positif yang berdampak pada sebuah keharmonisan dan kedamaian manusia. Namun, berbeda
dengan pandangan seorang filsuf eksistensialisme Jean-Paul Sartre
yang menganggap cinta bukanlah sesuatu yang indah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutik filosofis dengan
menggali pemikiran-pemikiran Jean-Paul Sartre yang berkaitan
dengan cinta. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, Sartre
mengartikan sebuah cinta sebagai suatu hal yang menyebabkan
konflik, hal itu didasarkan pada pendapat Sartre yang mengatakan
manusia tidak bebas, serta selalu menjadi objek dalam relasi yang
disebut cinta tersebut. Kedua, cinta diartikan sebagai sebuah penipuan
diri, karena menyebabkan manusia tidak autentik dan diperbudak oleh
cinta. Ketiga, Sartre menjelaskan hubungan seksual adalah
penyerahan eksistensinya secara bulat-bulat kepada orang lain.
Full Text:
PDFReferences
Bakker, Anton., & Zubair, A. Charris. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat.
Yogyakarta: Kanisius.
Dagun, S. M. (1990). Filsafat Eksistensialisme. Jakarta: Rineka Cipta. Gunawan, L. A. S. (2018). Problematika Jatuh Cinta: Sebuah Tinjuan Filosofis.
Logos, Jurnal Filsafat-Teologi, Vol. 15, N, 1–30.
Lavine, T. Z. (2020). From Socrates to Sartre: The Philosophic Quest. Diterjemahkan oleh Andi Iswanto dan Deddy Andrian Utama. Yogyakarta: Immortal Publishing dan Octopus.
Loka, M. P., & Yulianti, E. R. (2019). Konsep Cinta (Studi Banding Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Erich Fromm). Syifa Al-Qulub, 3(2), 72–84.
Maharani, S. (2009). Filsafat Cinta. Yogyakarta: Garasi.
Muthahhari, M. (2020). Filsafat Seksualitas dalam Islam, Etika Seksual Islam dan Barat: Cinta, Kebebasan Seksual Baru dan Kesucian. Diterjemahkan oleh Mustajib. Yogyakarta: Rausyan Fikr Institute.
Muzairi. (2002). Eksistensialisme Jean-Paul Sartre: Sumur Tanpa Dasar Kebebasan Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nugroho, W. B. (2013). Orang Lain adalah Neraka: Sosiologi Eksistensialisme Jean Paul Sartre. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rakhmat, J. (2001). Meraih Cinta Ilahi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sartre, J. P. (2018). Eksistensialisme dan Humanisme. Diterjemahkan oleh Yudhi Murtanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sartre, J. P. (2019). Seks dan Revolusi. Diterjemahkan oleh Silvester G. Sukur.
Yogyakarta: Narasi.
Siswanto, D. (1997). Kesadaran dan Tanggung Jawab Pribadi Dalam Humanisme Jean-Paul Sartre. Jurnal I-Lib UGM, 1(1), 8.
Siswanto, J. (1998). Sistem-Sistem Metafisika Barat dari Aristoteles sampai Derrida. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sultani, Z. I. M., Fauzan, W. H., Anastasia, M. S., & Faradita, S. (2021). Bucin (Budak Cinta) dalam Perspektif Eksistensialisme Jean-Paul Sartre.
www.academia.edu/44980522/Budak_Cinta_dalam_Pandangan_Eksisten sialisme_Jean_Paul_Sartre
Suprapto, R. (2016). Filsafat Cinta Muhammad Iqbal. Jurnal Theologia, 25(1), 223–244. https://doi.org/10.21580/teo.2014.25.1.345
Surijah, E. A., Sabhariyanti, N. K. P. D., & Supriyadi, S. (2019). Apakah Ekspresi Cinta Memprediksi Perasaan Dicintai? Kajian Bahasa Cinta Pasif dan Aktif. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.15575/psy.v6i1.4513
Suseno, F. Magnis., Wibowo, A. Setyo., Lanur OFM, Alex., Supriyono, J., Tjahjadi, S. P. Lili., Muniroh, Sayyidati., Tjaya, T. Hidya., & Nugroho, I. Prajna. (2011). Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre (R. Sani. Wibowo, A. Yanulian. Tri Utomo, Triyudo. B. C., H. Harry. Setianto Sunaryo,
B. Beatus. Wetty, Ag. Wahyu. Dwi Anggoro, L. Kristianto. Nugraha, & V. Eko. Anggun Sugiyono, Eds.). Yogyakarta: Kanisius.
Wariati, N. L. G. (2020). Cinta dalam Bingkai Filsafat. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 10(2), 112. https://doi.org/10.25078/sjf.v10i2.1506
Weij, P. A. Van der. (2018). Filsuf-Filsuf Besar Tentang Manusia.
Diterjemahkan oleh K. Bertens. Jakrta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Refbacks
- There are currently no refbacks.