KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU DI CALON KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TAMAN PESISIR LUNYUK DAN TATAR SEPANG

putri astari

Abstract


Pantai berpasir tempat peneluran penyu merupakan inkubator alami serta memiliki suasana lingkungan yang sesuai bagi perkembangan embrio penyu. Iklim mikro yang sesuai untuk inkubasi telur penyu ditimbulkan dari adanya interaksi antara karakter fisik material, penyusun pantai, iklim lokal dan telur-telur dalam sarang. Salah satu lokasi tempat penyu mendarat dan bertelur di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah di pantai Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Mengingat penyu adalah satwa langka yang dilindungi, maka perlu dilakukan kegiatan konservasi untuk melindungi dan menyelamatkan penyu. Untuk mendukung upaya konservasi perlu mempelajari lokasi-lokasi tempat penyu bertelur. Seperti halnya penelitian terhadap lokasi pendaratan dan tempat penyu bertelur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kesesuaian karakteristik kondisi habitat tempat peneluran penyu di wilayah pantai Lunyuk. Metode penelitian menggunakan metode survei. Kegiatan survei meliputi observasi lapangan dan pengumpulan data primer. Analisis data dilakukan dengan metode pembobotan dan skoring. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa, kemiringan pantai yang menjadi lokasi peneluran penyu adalah 6.54 - 11.1%, suhu substrat 27°C - 32°C, kelembaban substrat 25% - 40%. sedangkan persentase vegetasi 40% - 57.1%. Dari kelima stasiun pengamatan, stasiun 1 dan 2 cukup sesuai, sedangkan stasiun 3, 4 dan 5 masuk kategori sesuai sebagai lokasi peneluran penyu.


Full Text:

PDF

References


Badriah, D.L. (2006). Studi Kepustakaan, Menyusun Kerangka Teoritis, Hipotesis Penelitian dan Jenis Penelitian. Kepustakaan DR % 5B1 % 5D. Dewi.Do.Diunduh pada 10 Februari 2016.

DKP. (2009). Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI.

Fathin, I N. (2016). Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Habitat Bertelur Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) Di Sebagian Pesisir Pantai Pelangi Kabupaten Bantul. Skripsi. Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Hatasura IN. (2004). Pengaruh Karakteristik Media Pasir Sarang Terhadap Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas). [Skripsi]. Bogor (ID): Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauran, Institut Pertanian Bogor. 55p.

Langinan F. Farnis B. Boneka, Billy T. Wagey, (2017). Aspek Lingkungan Lokasi Bertelur Penyu Di Pantai Taturian, Batumbalango Talaud, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Mardhia, D., Firdaus, R., Saputra, A., Asriyanti, F., & Pratama, D. A. (2019). Pemanfaatan Achantus Ilicifolius Sebagai Produk Olahan Teh Dalam Rangka Melestarikan Mangrove Di Desa Labuhan Sumbawa. Abdi Insani, 6(3), 348-358.

Manurung B. Erianto dan Slamet Rifanjani, (2015). Habitat of Spawning Turtle in the Nature Park Tanjung Belimbing Park Paloh, District Of Sambas. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Tanjungpura.

Mukminin, A. (2002). Studi Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonian mydas) Di Pulau San Galaki, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimatan Timur.

Nuitja. I.N.S. (1992). Biologi dan Ekologi Pelestarian Penyu Laut. Buku. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor. 157-160

Nuitja, I.N.S.(1997). Konservasi dan pengembangan penyu di indonesia. Prosiding workshop penelitian dan pengelolaan penyu di indonesia. Wetlands international, Bogor. Pp. 29 – 40

Panjaitan, R.A., Iskandar, Alysahbana S. (2012). Hubungan Perubahan Garis Pantai Terhadap Habitat Bertelur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol. 3. No. 3. Pp: 311- 320

Satriadi, A., Rudiana, E., dan Af-Idati, N. (2003). Identifikasi Penyu dan Studi Karakteristik Fisik Habitat Penelurannya di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kelautan. Vol 8 (2). Halaman: 69- 75.

Setiawan, R., Zamdial & Bertoka FSPN. (2018). Studi Karakteristik Habitat Peneluran Penyu di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. Volume 1 (1): 59-70.

Setyawatiningsih, SC, Marniasih, D & Wijayanto, (2011), ‘Karakteristik Biofisik Tempat Peneluran Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Anak Ileuh Kecil, Kepulauan Riau’, Jurnal Teknobiologi, vol. 2, no. 2, hal. 17-22.

Syamsuni YF. (2012). Habitat characteristic of Green Turtle (Chelonia mydas) nesting population at Pangumbahan beach, Sukabumi, West Java. Thesis. Bogor (ID): Bogor Agriculture University. 71p


Refbacks

  • There are currently no refbacks.